Bahan emas 23 karat bentuk seekor Kura-kura, benda ini merupakan peninggalan Kerajaan Kutai Kartanegara. Digunakan sebagai perlengkapan upacara penobatan sultan. Kura-kura merupakan penjelmaan Dewa Wisnu dalam agama Hindu. Menurut riwayat, datanglah ke pusat Kerajaan Mulawarman beberapa rombongan perahu dari bangsa Cina, dikepalai oleh seorang pangeran, yang ingin memperistrikan salah seorang putri raja yang bernama Aji Bidara Putih. Sesudah lamaran itu diterima, maka pangeran itu mengantarkan barang pertandaannya (sorong tanda) yang berupa perhiasan-perhiasan dari masintan, termasuk kura-kura mas tersebut.